Dunia sempat mengagumi mereka. Statistik gol dan umpan mereka selalu dipuji. Kecerdasan bermain dan pergerakan mereka juga sering disanjung. Namun, semua itu tidak terlihat saat Prancis menghadapi Spanyol. Trio Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele tampil sangat mengecewakan. Kekecewaan ini terasa sangat mengejutkan jika melihat performa apik mereka sejak awal turnamen.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pemain pengganti juga tidak memberikan dampak positif. Bradley Barcola tampil lincah namun tidak presisi. Sementara itu, Desire Doue mencatatkan penampilan yang sangat buruk setelah masuk ke lapangan. Sektor penyerangan Prancis benar-benar buntu.
Kylian Mbappe sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Dia melakukan beberapa akselerasi tajam yang menunjukkan ambisinya. Namun, pertahanan kokoh lawan perlahan mematikan pergerakannya. Dia kembali ke kebiasaan buruknya. Kylian Mbappe terlalu sering turun ke belakang untuk menjemput bola, terjebak offside, dan memaksakan tembakan.
Michael Olise juga tidak mampu memberikan kontribusi berarti. Dia banyak melakukan kesalahan teknis dan sering kalah dalam duel fisik. Ousmane Dembele bermain hingga laga usai, namun penampilannya sangat mengecewakan. Dia melepaskan umpan-umpan lemah yang tidak akurat. Tidak ada kreativitas dan tusukan berbahaya dari sisi sayap Prancis.
Melihat trio yang biasanya memukau dunia bermain seburuk ini terasa sulit dipercaya. Namun, itulah kenyataan yang terjadi di lapangan. Pelatih Didier Deschamps mengakui timnya kalah kelas dalam hal teknis permainan.
"Kita harus logis dan mengakui bahwa hari ini performa teknis kami berada di bawah standar saat menghadapi tim yang menguasai permainan dengan sangat baik," ujar Didier Deschamps. Menurut sang pelatih, Spanyol memiliki kemampuan bertahan yang solid, mampu menutup ruang dengan rapat, dan bermain sangat cerdik.
Didier Deschamps menambahkan bahwa timnya telah berusaha maksimal. "Kami berada di bawah level teknis terbaik. Kami kurang menyulitkan lawan dari yang kami rencanakan. Kami membuat terlalu banyak kesalahan teknis yang memaksa kami untuk terus bertahan," jelasnya.
Statistik akhir menunjukkan pertandingan yang tampak seimbang. Spanyol menguasai bola sebanyak 51 persen dan kedua tim sama-sama melepaskan 10 tembakan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Spanyol berhasil meredam semua serangan Prancis berkat kedisiplinan taktis dan pertahanan yang solid hingga menit akhir.