Menjelang laga perempat final Piala Dunia antara Prancis dan Maroko, para pendukung berkumpul di sebuah bar di Paris. Jean-Claude, seorang pria paruh baya mengenakan jersi Zidane 98, bersiap menyaksikan laga. Ini adalah keempat kalinya berturut-turut Prancis mencapai fase krusial ini, sebuah rekor bersejarah bagi Les Bleus.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pandangan Jean-Claude, tim nasional Prancis saat ini telah mencapai puncak kejayaan. "Anak-anak zaman sekarang tidak menyadari betapa beruntungnya mereka. Mereka lahir dengan sendok perak di mulutnya," kata Jean-Claude. Putranya yang berusia 21 tahun hanya pernah melihat timnas Prancis yang dominan dan selalu diunggulkan juara.
Generasi tua Prancis dibesarkan dalam memori kekalahan menyakitkan era Saint-Etienne dan Michel Platini pada tahun 1980-an. Menurut Bertrand, pendukung berusia 48 tahun, Prancis bahkan sempat absen di Piala Dunia 1990 dan 1994. Periode kosong tanpa gelar tersebut digambarkan sebagai masa penuh kegagalan sebelum generasi emas saat ini lahir.
Sebaliknya, bagi generasi muda seperti Zacharie, standar keberhasilan tim nasional sudah berubah total. Bagi mereka, mencapai babak semifinal adalah batas minimal, dan jika gagal maka dianggap sebagai kegagalan besar. Mereka hanya mengenal era kejayaan yang dimulai oleh generasi Antoine Griezmann, Paul Pogba, dan Raphael Varane sejak 2018.
Skuat Prancis tahun 2026 ini dinilai telah membawa tim ke dimensi yang berbeda. Menurut Fabio, seorang pemuda berusia 24 ans, Prancis saat ini terasa mustahil untuk dikalahkan karena memiliki deretan pemain terbaik di dunia. Tim ini dinilai memiliki rasa lapar yang besar untuk menghancurkan setiap lawan yang menghadang.
Para pemain muda seperti Desire Doue, Dayot Upamecano, Michael Olise, dan Ousmane Dembele kini menjadi andalan baru. Pengamat sepak bola menilai bahwa tim ini memiliki mentalitas kejam yang dahulu identik dengan Jerman. Langkah Prancis menuju final kini terbuka lebar untuk menyejajarkan mereka dengan sejarah besar Brasil dan Jerman.