Pertandingan besar selalu menjanjikan ketegangan. Namun malam itu di lapangan, Prancis menunjukkan kelas yang berbeda saat menghadapi Norwegia. Mereka menang telak empat gol berbanding satu, mengamankan posisi puncak Grup I dengan cara yang meyakinkan tanpa menyisakan ruang bagi lawan untuk membalas.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan analisis dari legenda penjaga gawang Prancis, Joel Bats, laga tersebut berjalan sangat menarik namun kurang dalam hal drama akhir yang menegangkan. "Dans les grands films, il y a toujours du suspense jusqu’à la dernière minute. C’tait un match spectaculaire mais ça manquait de suspense, quand même," kata mantan pemain Paris Saint-Germain dan Olympique Lyonnais tersebut saat dihubungi setelah pertandingan selesai.
Menurut catatan sejarah sepak bola, malam itu menjadi momentum penting bagi Mike Maignan. Penjaga gawang utama Prancis tersebut berhasil menepis tendangan penalti pemain Norwegia. Aksi ini menjadikannya kiper Prancis kedua yang menggagalkan penalti di kompetisi Piala Dunia, menyamai rekor yang tercipta empat dekade lalu dalam laga legendaris antara Prancis melawan Brasil.
Selain ketangguhan di bawah mistar gawang, lini penyerangan Prancis juga tampil sangat tajam. Ousmane Dembele menjadi sosok yang paling menonjol di lapangan dan dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan ini berkat pergerakannya yang sulit dihentikan oleh barisan pertahanan lawan.
Menurut pandangan Joel Bats, sang penyerang sayap tampil dalam bentuk terbaiknya seperti saat membela klub. "C’est le Dembélé du PSG. C’est un plaisir de le retrouver comme ça en équipe de France, on l’a senti complètement libéré. Bon, il a été bien aidé par les Norvégiens. En face, ils ont beaucoup reculé, manqué de pressing et d’agressivité…" ujar Bats menutup analisisnya mengenai kelemahan taktik Norwegia.