Allez Paris - Dembélé Allez Paris - Dembélé
/home / internasional / Aksi Balas Dendam Pemain Prancis...
INTERNASIONAL

Aksi Balas Dendam Pemain Prancis Terhadap Kritik Media

Ousmane Dembélé menunjukkan gestur kemarahan setelah mencetak gol untuk Prancis

Ousmane Dembélé menunjukkan gestur kemarahan setelah mencetak gol untuk Prancis

Pembalasan dendam para pemain tim nasional Prancis terhadap media dan kritikus adalah kisah lama. Kemarahan, kebencian, dan hasrat untuk membungkam kritik telah menggerakkan tim sejak lama. Hal ini menjadi bahan bakar utama bagi seorang kompetitor sejati di lapangan hijau.

Berdasarkan laga di Boston pada hari Jumat, Ousmane Dembélé mencetak tiga gol ke gawang Norwegia. Prancis menang telak dengan skor 4-1. Namun, sang penyerang menunjukkan gestur tangan yang mengisyaratkan ket ketidaksukaan. Ia mengayunkan tangan seolah berkata "tutup mulut kalian" dan enggan merayakan kemenangan di depan mikrofon jurnalis.

Menurut laporan pertandingan, Ousmane Dembélé mengekspresikan suasana hati yang buruk dengan menyatakan bahwa ia bermain lebih baik saat melawan Senegal. Pernyataan tersebut dinilai sebagai pesan tidak langsung. Ia sangat terganggu oleh kritik media konvensional dan media sosial mengenai performa internasionalnya menjelang Piala Dunia 2026.

Sejarah mencatat bahwa aksi ekspresi kekesalan ini bukan hal baru bagi skuad Les Bleus. Tradisi ini sering muncul pada momen-momen tertentu. Christophe Dugarry melakukannya pada Piala Dunia 1998, Samir Nasri pada Euro 2012, dan Paul Pogba pada Euro 2016. Kisah-kisah kemarahan mereka selalu lebih menarik daripada latar belakang pertandingannya sendiri.

Christophe Dugarry menghadapi kritik paling kejam sebelum mencetak gol penting lewat sundulan pada tahun 1998. Ia merayakan gol dengan menjulurkan lidah ke arah tribun pers. "Di tribun, Anda melihat semua jurnalis sialan itu. Saya berkata pada diri sendiri: Sialan, saya telah mengalahkan kalian semua!", ujar Dugarry dalam kilas balik dokumenter Les Yeux dans les Bleus.

Menurut catatan sejarah lain, Samir Nasri juga melakukan hal serupa saat melawan Inggris di Donetsk. Ia berlari ke arah tribun pers dengan jari di mulut dan meneriakkan kata-kata kasar. Setahun kemudian, Nasri mengakui kesalahannya melalui harian L'Équipe dan menyatakan, "Saya telah melampaui batas." Namun, hubungan panas antara pemain Prancis dan jurnalis tetap menjadi warisan yang kini diteruskan oleh Ousmane Dembélé.

// TOPICS
#ousmane_dembélé #timnas_prancis #piala_dunia_2026 #christophe_dugarry #samir_nasri #paul_pogba #sepak_bola
Jurnalis Spesialis Analisis Performa & Statistik Pemain

Kanse Marwati adalah jurnalis yang mendalami analisis performa dan statistik pemain sepak bola. Dengan latar belakang analisis data olahraga, ia memiliki pemahaman mendalam tentang perjalanan karier Ousmane Dembélé dari Rennes, Barcelona, hingga menjadi bintang PSG dan timnas Prancis. Liputannya yang detail tentang statistik, gaya bermain, dan perkembangan pemain menjadikannya sumber terpercaya bagi penggemar yang ingin mengikuti jejak bintang sayap Prancis.